Posted by : Step Jumat, 09 November 2012


Pernahkan Anda berpikir bahwa hidup ini hanyalah sebuah perjalanan yang biasa-biasa saja? Mulai dari kanak-kanak tumbuh menjadi semakin dewasa, sekolah, kuliah, bekerja, menikah, mempunyai anak-anak, menjadi tua, menjadi kakek nenek dan meninggal. Apakah hidup kita hanya sebatas itu saja?
Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak sekali orang yang berpikir seperti ini. Hidup sepertinya terasa sangat simpel dan tidak menarik. Namun, mari kita melihat bagaimana Tuhan memandang hidup kita, apa tujuan Tuhan dalam menciptakan kita.
Bagaimana kita dapat mengerti apa rencana Tuhan dalam hidup kita? Kita dapat mencarinya di dalam Alkitab, karena Alkitab merupakan pesan Tuhan yang Ia berikan kepada kita. Dalam kitab Kejadian, pada mulanya, Allah menciptakan manusia untukmenikmati persekutuan dengan-Nya(1)(2) relasi dengan orang-orang lain, (3) bekerja dan (4) menguasai bumi. Namun dengan kejatuhan manusia dalam dosa, persekutuan dengan Allah putus, relasi dengan orang lain sering kali penuh dengan “gejolak,” pekerjaan kelihatannya mengandung unsur-unsur yang tidak menyenangkan, dan manusia berusaha untuk menguasai alam, baik itu cuaca maupun rumput liar di taman.
Di bawah ini adalah tujuan hidup beberapa tokoh Alkitab :Daud: Berbeda dengan orang-orang yang bagiannya adalah dalam hidup sekarang ini, Daud mencari kepuasan dalam masa yang akan datang. Dia berkata, “Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.” (Mazmur 17:15) Bagi Daud, kepuasannya yang sempurna akan datang pada hari ketika dia bangkit (dalam hidup yang akan datang) baik dalam memandang kepada Tuhan (bersekutu dengan Dia) dan menjadi sama dengan Dia (1 Yohanes 3:2).
Asaf: Dalam Mazmur 73, Asaf berbicara mengenai bagaimana dia tergoda untuk mencemburui orang-orang fasik yang kelihatannya hidup tanpa kekuatiran dan membangun keberuntungan mereka di atas punggung orang-orang yang mereka manfaatkan, namun kemudian dia mempertimbangkan akhir hidup mereka. Berlawanan dengan apa yang mereka kejar dalam hidup mereka, dalam ayat 25 Asaf mengatakan apa yang berarti baginya, “Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.” Bagi Dia, hubungan dengan Allah adalah yang paling berarti dalam hidup ini.
Paulus: Rasul Paulus berbicara mengenai segala yang dia raih sebelum dipertemukan dengan Yesus yang bangkit dan bagaimana segala yang dulunya dia miliki atau berhasil raih (khususnya secara religi), sekarang bagaikan sampah saat dibandingkan denganberharganya pengenalan akan Kristus Yesus. Dalam Filipi 3:9-10 dia mengatakan bahwa apa yang dia inginkan adalah “Berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.” Sekali lagi, yang paling bermakna bagi Paulus adalah mengenal Kristus dan dibenarkan olehNya melalui iman kepada Kristus dan hidup dalam persekutuan denganNya sekalipun itu terjadi melalui penderitaan (2 Timotius 3:12). Pada akhirnya, dia menantikan saat di mana dia akan mengambil bagian dalam “kebangkitan dari antara orang mati.”
Apa itu TUJUAN? Tujuan adalah sasaran atau maksud yang ingin kita capai dengan melakukan suatu kegiatan/ aktivitas yang direncanakan. TUJUAN sudah kita ketahui dan tetapkan sebelum kita melakukan kegiatan tersebut. Kita bekerja ada tujuannya, kita sekolah ada tujuannya, kita menikah ada tujuannya, semua kegiatan kita ada tujuannya.
Sebagai orang yang bijaksana, maka kita perlu mengevaluasi apakah tujuan kita itu sudah tercapai atau belum, langkah-langkah dan perbaikan apa yang perlu kita lakukan supaya tujuan itu bisa tercapai.
Allah sebagai pencipta pasti mempunyai suatu tujuan waktu menciptakan segala sesuatu. Seperti dalam Amsal  16:4 “TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.”
Tuhan menciptakan manusia untuk mengekpresikan kemuliaan-Nya.
Kenapa TUJUAN itu perlu diwahyukan? Karena kita sekalian dilahirkan dalam kondisi yang berdosa, kita semua adalah manusia yang tersesat (Mazmur  49:20) “Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.”
Oleh karena itu kita harus menemukan tujuan kita yang semula. Allah menciptakan manusia dengan tujuan yang mulia bagi diri-Nya sendiri dan bagi kemuliaan ciptaan-Nya itu.
Betapa sia-sianya hidup ini bila kita tidak punya PENGERTIAN mengenai TUJUAN kita hidup. Oleh karena itu mari kita tetapkan tujuan hidup kita dan berupaya mencapainya, yaitu tujuan tertinggi yang Tuhan maksudkan bagi kita.
Healing Quote :Kadangkala ada waktunya kita kehilangan arah dalam hidup, sehingga tujuan kita bergeser bahkan kita sampai lupa tujuan untuk apa kita hidup. Bila itu terjadi maka sempatkanlah berdiam diri dan merenung di hadapan Allah!
“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. (Roma  8:30)

Tinggalkan Komentar

Momotkun Rules... XD

1. Jangan Berkomentar menggunakan bahasa yang kasar...

2. Silakan Ketik alamat blog kalian jika ingin di buka sama Momot

3. Terimakasih telah Kerjasamanya...

Tandai Post | Tandai Comment

- Copyright © Momotkun- Powered by Blogger -