Showing posts with label Film. Show all posts
Vocaloid
Vocaloid adalah sebuah program Voice synthesizer [Tulisannya betul ga? (-__-;) ...] yang dikembangkan oleh Pompeu Fabra University di spanyol yang disponsori oleh YAMAHA. Program ini memungkinkan penggunanya untuk membuat lagu dari data suara tiruan dalam program tersebut, hanya dengan memasukan lirik dan melodi. Suara sintesis Vocaloid direkam dari suara penyanyi atau seiyuu. Ada banyak seiyuu dan penyanyi terkenal yang vokalnya dijadikan dasar suara para Vocaloid ini, salah satunya adalah Gackt, tidak tanggung - tanggung, nama vocaloidnya saja adalah Kamui Gakupo [Plesetan dari Camui Gackt], dan disebut Gackpoid. Software Vocaloid tersedia tidak hanya dalam bahasa jepang saja, seri vocaloid pertama justru dibuat untuk bahasa inggris. Pihak Yamaha pertama kali mengumumkan tentang Vocaloid untuk pertama kalinya di fesival musikmesse di jerman pada bulan Maret 2003. Leon dan Lola, adalah Vocaloid yang paling pertama diproduksi. Program ini ditujukan bukan hanya untuk musisi professional saja, tapi juga orang awam bisa menggunakannya. Yang menjadi batasan hanyalah kemampuan masing - masing pengguna saja.
Cara memainkan softwarenya
Sederhananya, yang harus dilakukan adalah memasukan satu suku kata untuk satu nada, mengatur nada dimana suku katanya itu akan ditempatkan, panjang pendek nadanya, jeda, juga vibrasi suara. Lirik dan nada tersebut dimasukan ke dalam tampilan yang mirip music sheet dimana nada dan lirik bisa diatu sesukanya di sana. Semakin ke atas, tentu saja nadanya semakin tinggi, begitu juga sebaliknya. Ketinggian suara masing - masing karakter berbeda - beda, beberapa karakter dengan jangkauan suara sedang akan masuk ke suara falsetto jika kita memasukkan nada diluar jangkauan suaranya. Atau untuk karakter bersuara tinggi, nada rendah akan terdengar dengan sangat aneh, begitu pula untuk karakter bersuara rendah, nada tinggi akan terdengar sangat konyol dan berkesan memaksa.
Aksen suaranya juga bisa diubah, ada penekanan tertentu seperti bunyi "r", "p", dan beberapa konsonan lain pada salah satu mode untuk penekanan suara. Untuk Vocaloid bahasa jepang, bisa saja kalian memasukan lirik dalam bahasa indonesia, untuk dinyanyikan para vocaloid ini, tapi lafalnya akan terasa lucu. Bunyi "La" terdengar "Ea", dan "Va" akan terdengar "~A". Tapi jika kita memasukan suku kata "Ra" tanpan penekanan aksen, akan terdengar hampir mirip seperi "La". Mungkin kedengarannya mudah, tapi ada banyak variasi nada , panjang pendeknya dalam mebuat satu lagu dan banyak fitur - fitur yang bisa digunakan. Untuk orang yang buta NOT dan tidak berbakat dalam bidang musik, tanpa alat musik yang bisa dimainkan untuk mengetahui nada yang diinginkan, sangat - sangat sulit untuk mengatur nada - nada dLm program tersebut dan membuat karakter Vocaloidnya bernyanyi seperti yang diinginkan.


- Dipublish oleh Step
- Jadilah komen PERTAMAX!
- Tipe : Film
- Baca selengkapnya >>
- Tulis Komentar
Semut Wars !
- Tema perang dan kepahlawanan seringkali menjadi tema utama dalam film atau serial jenis laga atau aksi. Sementara itu animasi bergaya kartun dapat dinikmati segala usia, dan bentuk-bentuk yang realis dapat diterima oleh semua kalangan. Ketiga hal inilah yang menjadi definisi utama dari film seri animasi karya putra-putri bangsa alumni DKV Binus University yang berjudul Semut Wars.
History
Pada awalnya hanyalah main-main, hanya projek tidak serius yang dimulai pada tahun 2002 untuk bersenang-senang. Ide awal Semut Wars hanyalah berkisar antara dua ekor semut tak bernama yang hidup dengan satu tujuan, bersenang-senang sambil bertahan hidup dari serangan musuh, yaitu tengkorak manusia. Inilah Semut Wars generasi pertama, yaitu saat Semut Wars hanya terkonsep sebagai sebuah parodi untuk lucu-lucuan saja dan tidak memiliki cerita yang berarti. Nama Semut Wars itu sendiri adalah plesetan dari Star Wars. Dapat dilihat dari gambar hasil render 3D bahwa sang semut sedang menggenggam senjata khas Star Wars yang dikenal dengan istilah Lightsaber.
Dalam hal gaya visual, Semut Wars generasi pertama menggunakan gaya karakter iconic dengan lingkungan yang realistik. Desain karakternya belum menggunakan sistem anatomi manusia. Dengan kata lain, saat itu karakter semut masih berkaki enam dan tidak memiliki mulut, jari kaki, ataupun tangan. Sementara itu, antagonis dari Semut Wars, yaitu tengkorak manusia, masih menggunakan gaya realistik, jari kaki ataupun tangan.
Konsep Semut Wars sempat diajukan dan terpilih pada saat creator dari Semut Wars, Johanes Baptista Permadi menempuh Tugas Akhir di tahun 2006. Dengan arahan dosen pembimbing tugas akhir, konsep Semut Wars dirombak ulang sehingga bobot cerita dari konsep Semut Wars generasi pertama berubah secara menyeluruh. Unsur parodi menjadi sangat berkurang, moralitas cerita menjadi lebih kuat, dan cerita menjadi lebih serius. Pada saat ini juga benda-benda di lingkungan dunia semut menjadi lebih sederhana. Misalnya desain kendaraan Semut Wars generasi kedua, truk tentara terbuat dari karton yang ditutupi oleh bungkus permen dan menggunakan ban yang terbuat dari potongan sandal jepit. Tidak seperti semut wars generasi pertama, di mana kendaraan ditampilkan sebagaimana adanya. Semut Wars generasi kedua pun memiliki nama lain yaitu Perang Semut.
Pada tahun 2009, konsep Semut Wars berubah sekali lagi. Dengan menggabungkan konsep dari kedua generasi, lahirlah Semut Wars generasi ketiga. Generasi inilah yang akan menjadi konsep tetap dari franchise Semut Wars selanjutnya. Dengan menambahkan detail dari karakter dan lingkungan, mengganti render engine yang digunakan, dan menggunakan sinematografi yang lebih baik, Semut Wars generasi ketiga diarahkan untuk menjadi sebuah produk animasi serial komersial yang dapat ditayangkan di stasiun televisi lokal, dan tidak tertutup kemungkinan serial TV Semut Wars ini akan merambat ke dunia Internasional. Pada saat artikel ini ditulis, produksi Semut Wars sudah mencapai episode keempat.
Episode pertama dari Semut Wars generasi ketiga merupakan remake dari Semut Wars generasi kedua dan memiliki cerita tambahan. Berikut ini adalah perbandingan shot dari kedua generasi.
Concept
“Karena kekurangan bahan makanan, koloni yang besar dan kuat menjajah koloni yang lebih lemah. Sementara itu, koloni yang lebih lemah tidak tinggal diam membiarkan daerahnya direbut oleh koloni yang kuat.” Itulah yang menjadi ide dasar dari SSemut Wars. Ide yang sederhana, siapa yang menjadi pihak protagonis dan antagonis sangat jelas. Namun, apa jadinya sebuah cerita tanpa karakter utama? Maka dipilihlah seekor semut sebagai karakter utama dari Semut Wars yang bernama Cimot.
Cimot, karakter utama Semut Wars,
Cimot bercita-cita menjadi pahlawan perang. Sejak kecil, ia suka main perang-perangan. Rumahnya dihiasi mainan-mainan yang berbau militer dan dengan bangganya, ia memamerkan keberanian, kehebatan, dan kepercayaan dirinya yang besar. Namun, pada saat terjun ke medan perang, ia meringkuk ketakutan di balik perlindungan. Timbullah konflik batin dari sang karakter utama, ia harus memilih ingin menjadi pahlawan dengan menghadapi rasa takut sekaligus risiko kehilangan nyawa ataukah mundur dan kehilangan kesempatan untuk meraih cita-citanya. Inilah yang akan menjadi kunci utama dari cerita Semut Wars.Designing the Character
Berikut akan diulas konsep singkat dari dua karakter Semut Wars.Letnan Kohen
Cimot, sang protagonis Semut Wars tidaklah sendirian dalam mengejar cita-citanya. Pada saat masuk kemiliteran, Cimot akan menjadi seorang prajurit dengan pangkat terendah. Oleh karena itu, diperlukan seorang karakter yang sudah berpengalaman dan bisa membimbing Cimot untuk bisa tetap hidup dalam medan pertempuran, yaitu Letnan Kohen.
Letnan Kohen memiliki karakter yang tegas, keras, berwibawa, dan tidak pernah ragu dalam mengambil keputusan. Sifat ini memang mencerminkan seorang veteran tentara karena ragu-ragu dalam mengambil keputusan dalam peperangan bisa berakibat fatal. Dari visualnya sendiri, Letnan kohen memiliki bekas luka di wajah sebagai simbol dari pengalamannya.
Desain perlengkapan tentara dari semut koloni Wafer, yaitu koloni sang protagonis, mengadopsi perlengkapan dari tentara Amerika Serikat pada zaman perang dunia kedua. Senjata yang digunakan oleh Letnan Kohen dan sesama tentara koloni Wafer dimodel berdasarkan model senjata sungguhan. Pada saat melihat bentuk senjata di trailer yang sudah beredar, banyak yang merespon “Kenapa tidak dibuat senjatanya mainan? Kenapa terlihat realistik sekali? Apa tidak terlalu seram?” Namun, senjata yang dimodel berdasarkan model sungguhan ini memiliki satu fungsi desain yang sangat penting, yaitu menegaskan bahwa Semut Wars bercerita tentang perang dan kepahlawanan, bukan perang-perangan dan pahlawan-pahlawanan. Oleh karena itu senjata di Semut Wars bukan senjata mainan.Jendral Karel
Pada dunia Semut Wars, terdapat tiga tokoh antagonis utama, salah satunya adalah Jendral Karel. Ia berasal dari pihak koloni Nasi, yaitu koloni semut yang besar dan kuat. Mereka menindas koloni-koloni lainnya demi kekayaan bahan makanan mereka. Jendral karel digambarkan sebagai seekor semut yang jahat, berdarah dingin, tetapi tidak terlalu pintar. Jendral-jendral dari koloni Nasi, termasuk Jendral Karel, mengenakan seragam yang jauh terlihat lebih mewah dibandingkan jendral dari koloni Wafer. Ini untuk mendukung konsep bahwa kemiliteran koloni Nasi lebih memiliki budget dibandingkan kemiliteran koloni Wafer. Selain itu, hal ini juga menunjukkan kesenjangan sosial antara kedua koloni. Seragam dari Jendral Karel mengadopsi desain seragam personil militer Jerman pada saat perang dunia kedua. Pakaian berwarna hitam dengan model jas panjang dan dihiasi dengan atribut-atribut militer, seperti medali, pangkat,
dan emblem.Modeling the Character
Semua benda dalam dunia 3D harus dibentuk dengan proses modeling. Proses modeling dalam Semut Wars tergolong konvensional, yaitu dengan menggunakan teknik poly modeling. Jumlah polygon satu karakter semut berkisar antara 30 – 60 ribu polygon, dengan menggunakan 2x subdivision pada saat render, jumlah polygon setiap semut bisa mencapai 650 ribu – 1,2 juta polygon.
Tidak semua model bisa dibuat dengan detail. Treatment produksi untuk serial TV berbeda dengan film layar lebar. Untuk serial TV yang dibuat sampai banyak episode, tentunya setiap model baru akan muncul di episode yang berbeda. Sementara itu, batas waktu untuk modeling tidaklah lama sehingga tidak memungkinkan untuk membuat model dengan sangat detail. Karena itu, diperlukan strategi dalam memodel objek, salah satunya dengan memodifikasi objek yang sudah ada sehingga tidak perlu membuat semuanya dari awal.Designing the Environment
Environment mungkin terdengar sederhana, hanya membuat tanah, gunung, pohon, langit, batu-batuan, tanaman-tanaman, lalu selesai. Namun, pada kenyataannya tidak sesederhana itu. Perlu diperhitungkan juga jenis-jenis tanaman yang masuk akal yang tumbuh pada environment tersebut. Misalnya, pada environment rerumputan, tidak mungkin ada kaktus atau pada environment gurun, warna bebatuan berbeda dari bebatuan pada daerah tropis.
Semua desain berawal dari konsep dan gambar konsep merupakan hal yang penting sebelum melakukan modeling untuk lingkungan yang digunakan dalam animasi. Tujuan dilakukannya hal ini tidak lain adalah untuk menyamakan visi terhadap sebuah environment. Misalnya, seorang modeler diminta untuk membuat sebuah environment markas tentara. Definisi markas tentara sendiri sangatlah umum, yang dapat dipastikan ada bangunan pusat komando dan barak. Namun, selain itu adakah bangunan-bangunan lain? Apabila ada, bangunan apa? Bentuknya seperti apa? Warnanya apa? Letaknya di mana? Menghadap ke mana? Besarnya seberapa? Banyak elemen-elemen penting yang jika dijelaskan dengan kata-kata akan sangat memakan waktu. Oleh karena itu, dibuatlah gambar konsep untuk membantu membuat environment yang tepat dan sesuai dengan visi yang dimiliki oleh Director.lihat videonya di:
http://www.youtube.com/watch?v=ZJ7v7F1Sh1c
Semut Wars Spec Ops, Hellofest 8 Finalis
http://www.youtube.com/watch?v=CHEu8jRKqLk
Semut Wars II Trailer, Promotional purpose
http://www.youtube.com/watch?v=mDs4xK_gVxM
Semut Wars Episode 1 Trailer
http://www.youtube.com/watch?v=OqvOpdaUd0o
Semut Wars Episode 2 Trailer
http://www.youtube.com/watch?v=bbfhV90RYOA
Semut Wars Episode 3 Trailersumber: Binus.ac.id - Dipublish oleh Step
- Jadilah komen PERTAMAX!
- Tipe : Film Social
- Baca selengkapnya >>
- Tulis Komentar
Hachikō "Anjing yang Setia pada majikan"
- Hachikō (ハチ公?) (10 November 1923-8 Maret 1935) adalah seekor anjing jantan jenis Akita Inu kelahiran Ōdate, Prefektur Akita. Ia terus dikenang sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap majikan. Setelah majikannya meninggal, Hachikō terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di Stasiun Shibuya, Tokyo.
Julukan baginya adalah Hachikō Anjing yang Setia (忠犬ハチ公 Chūken Hachikō?). Patung Hachikō di depan Stasiun Shibuya telah menjadi salah satu marka tanah di Shibuya. Sewaktu membuat janji untuk bertemu di Shibuya, orang sering berjanji untuk bertemu di depan patung Hachikō.
Kisah Hidup Hachikō
Lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Ōshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saitō dari kota Ōdate, Prefektur Akita. Lewat seorang perantara, Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing jenis Akita Inu. Ia dimasukkan ke dalam anyaman jerami tempat beras sebelum diangkut dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Ōdate, 14 Januari 1924. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di Stasiun Ueno, Tokyo.
Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburō Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya, Hachi dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, lokasi bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo Department Store sekarang.
Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di pagi hari, bersama S dan John, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.
Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, upacara tsuya (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan pada malam hari 25 Mei 1925. Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal. Ditemani John dan S, ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.
Nasib malang ikut menimpa Hachi karena Yae harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno. Yae ternyata tidak pernah dinikahi secara resmi. Hachi dan John dititipkan kepada salah seorang kerabat Yae yang memiliki toko kimono di kawasan Nihonbashi. Namun cara Hachi meloncat-loncat menyambut kedatangan pembeli ternyata tidak disukai. Ia kembali dititipkan di rumah seorang kerabat Yae di Asakusa. Kali ini, kehadiran Hachi menimbulkan pertengkaran antara pemiliknya dan tetangga di Asakusa. Akibatnya, Hachi dititipkan ke rumah putri angkat Profesor Ueno di Setayaga. Namun Hachi suka bermain di ladang dan merusak tanaman sayur-sayuran.
Pada musim gugur 1927, Hachi dititipkan di rumah Kikusaburo Kobayashi yang menjadi tukang kebun bagi keluarga Ueno. Rumah keluarga Kobayashi terletak di kawasanTomigaya yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya. Setiap harinya, sekitar jam-jam kepulangan Profesor Ueno, Hachi terlihat menunggu kepulangan majikan di Stasiun Shibuya.
Pada tahun 1932, kisah Hachi menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saitō dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang. Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, Saitō menulis kisah sedih tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkannya ke harian Tokyo Asahi Shimbun, dan dimuat dengan judul Itoshiya rōken monogatari ("Kisah Anjing Tua yang Tercinta"). Publik Jepang akhirnya mengetahui tentang kesetiaan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikan. Setelah Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang di sekitar Stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran kō (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachikō.
Sekitar tahun 1933, kenalan Saitō, seorang pematung bernama Teru Andō tersentuh dengan kisah Hachikō. Andō ingin membuat patung Hachikō. Setiap hari, Hachikō dibawa berkunjung ke studio milik Andō untuk berpose sebagai model. Andō berusaha mendahului laki-laki berumur yang mengaku sebagai orang yang dititipi Hachikō. Orang tersebut menjual kartu pos bergambar Hachikō untuk keuntungan pribadi. Pada bulan Januari 1934, Andō selesai menulis proposal untuk mendirikan patung Hachikō, dan proyek pengumpulan dana dimulai. Acara pengumpulan dana diadakan di Gedung Pemuda Jepang (Nihon Seinenkan), 10 Maret 1934. Sekitar tiga ribu penonton hadir untuk melihat Hachikō.
Patung perunggu Hachikō akhirnya selesai dan diletakkan di depan Stasiun Shibuya. Upacara peresmian diadakan pada bulan April 1934, dan disaksikan sendiri oleh Hachikō bersama sekitar 300 hadirin. Andō juga membuat patung lain Hachikō yang sedang bertiarap. Setelah selesai pada 10 Mei 1934, patung tersebut dihadiahkannya kepada KaisarHirohito dan Permaisuri Kōjun.
Selepas pukul 06.00 pagi, tanggal 8 Maret 1935, Hachikō, 13 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat Jembatan Inari, Sungai Shibuya. Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya. Hachikō biasanya tidak pernah pergi ke sana. Berdasarkan otopsi diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis.
Upacara perpisahan dengan Hachikō dihadiri orang banyak di Stasiun Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, pasangan suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk setempat. Biksu dari Myōyū-ji diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachikō berlangsung seperti layaknya upacara pemakaman manusia. Hachikō dimakamkan di samping makam Profesor Ueno di Pemakaman Aoyama. Bagian luar tubuh Hachikō diopset, dan hingga kini dipamerkan di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan,Ueno, Tokyo.
Pada 8 Juli 1935, patung Hachikō didirikan di kota kelahiran Hachikō di Ōdate. tepatnya di depan Stasiun Ōdate. Patung tersebut dibuat serupa dengan patung Hachikō di Shibuya. Dua tahun berikutnya (1937), kisah Hachikō dimasukkan ke dalam buku pendidikan moral untuk murid kelas 2 sekolah rakyat di Jepang. Judulnya adalah On o wasureruna (Balas Budi Jangan Dilupakan).
Pada tahun 1944, di tengah berkecamuknya Perang Dunia II, patung perunggu Hachikō ikut dilebur untuk keperluan perang. Patung pengganti yang sekarang berada di Shibuya adalah patung yang selesai dibuat bulan Agustus 1948. Patung tersebut merupakan karya pematung Takeshi Andō, anak laki-laki Teru Andō.
Pintu keluar Stasiun JR Shibuya yang berdekatan dengan patung Hachikō disebut Pintu Keluar Hachikō. Sewaktu didirikan kembali tahun 1948, patung Hachikō diletakkan di bagian tengah halaman stasiun menghadap ke utara. Namun setelah dilakukan proyek perluasan halaman stasiun pada bulan Mei 1989, patung Hachikō dipindah ke tempatnya yang sekarang dan menghadap ke timur.
Film Hachikō Monogatari karya sutradara Seijirō Kōyama mulai diputar di Jepang, Oktober 1987. Pada bulan berikutnya diresmikan patung Hachikō di kota kelahirannya, Ōdate. Monumen peringatan ulang tahun Hachikō ke-80 didirikan 12 Oktober 2003 di lokasi rumah kelahiran Hachikō di Ōdate. Sebuah drama spesial tentang Hachikō ditayangkan jaringan televisi Nippon Television pada tahun 2006. Drama sepanjang dua jam tersebut diberi judul Densetsu no Akitaken Hachi (Legenda Hachi si Anjing Akita). Pada tahun 2009 film Hachiko: A Dog's Story karya sutradara Lasse Hallström mulai diputar dan dibintangi oleh Richard Gere dan Joan Allen.
Sumber: Wikipedia - Dipublish oleh Step
- 1 Komentar
- Tipe : Film Mistery Sejarah Social
- Baca selengkapnya >>
- Tulis Komentar
Harlem Shake
- Harlem shake atau Goyang Harlem, awalnya disebut albee, adalah tarian yang diperkenalkan pada tahun 1981 oleh penduduk Harlem bernama "Al B". Tarian ini awalnya disebut sebagai "albee" setelah namanya, namun kemudian dikenal sebagai goyang Harlem sebagai ketenaran yang meningkat di luar lingkungan. Tarian menjadi arus utama pada tahun 2001 ketika G. Dep menampilkan goyang Harlem dalam video musiknya "Let's Get It".
Seperti Video Di bawah ini...
- Dipublish oleh Step
- Jadilah komen PERTAMAX!
- Tipe : Film Social
- Baca selengkapnya >>
- Tulis Komentar
Boiled Iphone!!!
- serasa udah gk sayang lagi sama iphone nya... =.= padahal banyak banget yang pengen... Iphone nya di rebus udah kayak mie instant atau telor rebus...
Dalam Deskripsi Videonya " Iphone 3gs is boiled to death in 4 minutes. Sometimes fire is the only way to clean to soul... Cooked like a boiled egg. "
- Dipublish oleh Step
- Jadilah komen PERTAMAX!
- Tipe : Film Makanan Social
- Baca selengkapnya >>
- Tulis Komentar
Canimals
Canimals Adalah Sebuah Film Yang Sangat Seru Dan Lucu... Dengan Karakter ( Tokoh ) Hewan-hewan yang Lucu Dan Imut Ini sangat Ampuh Untuk Menarik Perhatian anak-anak...
yang Di Buat Oleh : Vooz Character System
Di Tulis Oleh: Stuart Kenworthy & Ian Carney
Tahun Dan Kota Terbit : 2011, Korea Selatan
Tokoh - Tokoh (Karakter) :
Tokoh Utama:
~ Ato
~ Mimi
~ Uly
~ Fizzy
~ Nia
~ Oz
~ Pow
~ Toki
~ Leon
Tokoh Figuran :
~ Peng
~ Olive
~ Kobi
~ Pip
~ Boco
~ Cocobos
~ Wooang
~ Capri
~ Moo
~ Wooga
Foto - Foto :
Video:Selamat Menyaksikan... :D- Dipublish oleh Step
- 4 Komentar
- Tipe : Film Makanan Social
- Baca selengkapnya >>
- Tulis Komentar
Cartoon Natal
- halo.... Apa Kabar?? pada hari ini kita akan Menyaksikan Cerita Isi Hatinya Tuhan... klik <read more> untuk menonton... :D
- Dipublish oleh Step
- Jadilah komen PERTAMAX!
- Tipe : Agama Film Natal Social
- Baca selengkapnya >>
- Tulis Komentar



















